S2 ?
Bismillah
09082017/2122
Hari ini (sebenarnya sudah sering berbisik di hati cuma tak kesampaian untuk mengungkapkannya) aku ingin suatu saat nanti merasai hidup di negara orang yang completely strangers to me. Mungkin S2, karena aku ngerasa aku kuliah S1 itu masih belum dapet apa apa. Apa-apanya itu bukan cuma ijazah, tapi experience, dan aku ngerasa aku belum menjadi manusia yang mantap. Mantap mental sama self managing sih yg penting. Its my life focus right now. Lagian aku juga perlu dengerin apa yang diminta oleh ibuku untuk melanjutkan S2. Sunnah nabi, ibumu ibumu ibumu. Its about your life. Not my father's nor my mother's life that i have to obey them. I know myself better than anyone else. So i will stick to my brain demand that is continue study (S2) maybe in the field of architecture, surely its going to be architecture because i wont spend my 4 years in Kampus Lapok for nothing. Ahak.
And just now i have talk with Hani. What i get is :
1. Fix s2 : karena butuh beberapa tahun lagi untuk life experince. Sekarang tidak mau langsung terjun ke dunia kerja.
2. Fix di luar medan : Alhamdulillah boleh acah acah feeling merantau, having my life experince by myself, belajar self managing darisini,cari kawan baik yg baru, dunia baru dan rintangan yg lebih berat T.T
3. Fix aliran desain : landscape? atau interior? ini mesti istikharah.
3 point penting di atas akan diungkapkan setelah aku buat ISTIKHARAH. itu pesan Hani. Rezeki itu Allah dah atur. Let me flow wherever i can flow.
*Kalaupun ujung ujungnya aku ended up with my parents business, i have nothing to be lost, or to be ashamed. Nantinya kalau aku kembali ke papa jua, apa yg aku dapatkan adalah mindset dan pengetahuan serta kepercayaan bahawa aku sudah menjadi perempuan yang educated dan mandiri. I have reached all the process
09082017/2122
Hari ini (sebenarnya sudah sering berbisik di hati cuma tak kesampaian untuk mengungkapkannya) aku ingin suatu saat nanti merasai hidup di negara orang yang completely strangers to me. Mungkin S2, karena aku ngerasa aku kuliah S1 itu masih belum dapet apa apa. Apa-apanya itu bukan cuma ijazah, tapi experience, dan aku ngerasa aku belum menjadi manusia yang mantap. Mantap mental sama self managing sih yg penting. Its my life focus right now. Lagian aku juga perlu dengerin apa yang diminta oleh ibuku untuk melanjutkan S2. Sunnah nabi, ibumu ibumu ibumu. Its about your life. Not my father's nor my mother's life that i have to obey them. I know myself better than anyone else. So i will stick to my brain demand that is continue study (S2) maybe in the field of architecture, surely its going to be architecture because i wont spend my 4 years in Kampus Lapok for nothing. Ahak.
And just now i have talk with Hani. What i get is :
1. Fix s2 : karena butuh beberapa tahun lagi untuk life experince. Sekarang tidak mau langsung terjun ke dunia kerja.
2. Fix di luar medan : Alhamdulillah boleh acah acah feeling merantau, having my life experince by myself, belajar self managing darisini,cari kawan baik yg baru, dunia baru dan rintangan yg lebih berat T.T
3. Fix aliran desain : landscape? atau interior? ini mesti istikharah.
3 point penting di atas akan diungkapkan setelah aku buat ISTIKHARAH. itu pesan Hani. Rezeki itu Allah dah atur. Let me flow wherever i can flow.
*Kalaupun ujung ujungnya aku ended up with my parents business, i have nothing to be lost, or to be ashamed. Nantinya kalau aku kembali ke papa jua, apa yg aku dapatkan adalah mindset dan pengetahuan serta kepercayaan bahawa aku sudah menjadi perempuan yang educated dan mandiri. I have reached all the process
satu je yg perlu aku ingat,
aku selalu lupa,
aku ni orangnya Creative,
aku tak boleh jumpa orang yang lebih creative dari sesiapapun
dari aku sendiri. itu kelebihan aku dan its runs in the family.
dan aku tak boleh sia-siakan itu
aku bisa menemukan banyak ide dan jalan
nantinya dalam menyelesaikan suatu konflik,
cuma malas sikit je, ni yg agak menyebalkan dan perlu diubah.
titik.
Comments
Post a Comment