Why
Bismillah
12082017/0143
Malamni i'll try talk in proper Indonesian way tanpa having that Malay slang, kayyh?
Jadikan harini ini aku uda bisa solat, dan tadi barusan istikharah untuk mohon petunjuk kepada yang maha esa to guide me about my consideration of continueing study in Master (S2). Jadi aku udah berdoa bersungguh sungguh dalam sujood yg terakhir tu dan insyaAllah will doing this 6x more. Because people said istikharah should be done in 7 nights eh? so anyway, malam ini aku mau ngejelasin kenapa aku berniat mau lanjutin Master.
Jadikan, aku beberapa hari ini sering mikir setelah lulus S1 which is less than a year from now, where should i go. Should i go work with my papa or get out of somewhere and try new experience. Aku udah mikir masak-masak, aku kayaknya ga sanggup atau belum mau atau belum siap untuk langsung terjun ke dunia kerja. Karena dunia kerja is so cruel like you have to be extra in everything. Like extra dicipline, extra self control and etc. I think i havent got that lesson yet, which is this is my answer to the first option, kerja dengan papa. I really think i have to get these lesson first dengan cara aku harus tegas dengan diri sendiri dan keluar dari comfort-zone.
My comfort-zone is this all, my room, my car, my wifi my house. I have everything in here which make me very lazy dan tak disiplin. I have read the books that i bought today titled Life Will Never be The Same menjelaskan sacrefice dalam sesuatu untuk mendapatkan sesuatu....yang besar. I have to me adult right now, think based on my own opinion and act fast in making decision. Remember think first, then act. Jadi, in order to sarefice, i'm willing to leave these all and live with what i can earn by myself and survive in the hardest time. Makanya aku sangat sangat butuh fase dalam hidup dimana aku ngerasa jauh dari rumah (baca : family and room).
Jadikan, the best way to create that thing is i have to go away far far away menjauh dari Medan dan menetap di tempat asing yang mana aku harus berdikari untuk bersosial. Social and making new friends is the hardest thing to avchieve in me because i rarely hard to believe in someone else. Eventought somehow we're friends, or having some connection, i cant really trust you.
Jadikan tadi aku doa dengan segenap hatiku semoga diberikan hidayah dan petunjuk dari Allah swt agar semua yang aku rencanakan diredhai.
So yeah thats my planning. Untuk pertama kalinya dalam hidup ini aku mengambil keputusan sendiri dengan berdasarkan kemahuan dan hatiku sendiri tanpa pengaruh orang lain. Orang maybe just give options but it me whom make the decision.
The risks is i have to be careless of what people may say walaupun itu nantinya papaku agak sedikit berat about this which is i already know. But insyaAllah, aku akan tunggu petunjuk dari Allah.
12082017/0143
Malamni i'll try talk in proper Indonesian way tanpa having that Malay slang, kayyh?
Jadikan harini ini aku uda bisa solat, dan tadi barusan istikharah untuk mohon petunjuk kepada yang maha esa to guide me about my consideration of continueing study in Master (S2). Jadi aku udah berdoa bersungguh sungguh dalam sujood yg terakhir tu dan insyaAllah will doing this 6x more. Because people said istikharah should be done in 7 nights eh? so anyway, malam ini aku mau ngejelasin kenapa aku berniat mau lanjutin Master.
Jadikan, aku beberapa hari ini sering mikir setelah lulus S1 which is less than a year from now, where should i go. Should i go work with my papa or get out of somewhere and try new experience. Aku udah mikir masak-masak, aku kayaknya ga sanggup atau belum mau atau belum siap untuk langsung terjun ke dunia kerja. Karena dunia kerja is so cruel like you have to be extra in everything. Like extra dicipline, extra self control and etc. I think i havent got that lesson yet, which is this is my answer to the first option, kerja dengan papa. I really think i have to get these lesson first dengan cara aku harus tegas dengan diri sendiri dan keluar dari comfort-zone.
My comfort-zone is this all, my room, my car, my wifi my house. I have everything in here which make me very lazy dan tak disiplin. I have read the books that i bought today titled Life Will Never be The Same menjelaskan sacrefice dalam sesuatu untuk mendapatkan sesuatu....yang besar. I have to me adult right now, think based on my own opinion and act fast in making decision. Remember think first, then act. Jadi, in order to sarefice, i'm willing to leave these all and live with what i can earn by myself and survive in the hardest time. Makanya aku sangat sangat butuh fase dalam hidup dimana aku ngerasa jauh dari rumah (baca : family and room).
Jadikan, the best way to create that thing is i have to go away far far away menjauh dari Medan dan menetap di tempat asing yang mana aku harus berdikari untuk bersosial. Social and making new friends is the hardest thing to avchieve in me because i rarely hard to believe in someone else. Eventought somehow we're friends, or having some connection, i cant really trust you.
Jadikan tadi aku doa dengan segenap hatiku semoga diberikan hidayah dan petunjuk dari Allah swt agar semua yang aku rencanakan diredhai.
So yeah thats my planning. Untuk pertama kalinya dalam hidup ini aku mengambil keputusan sendiri dengan berdasarkan kemahuan dan hatiku sendiri tanpa pengaruh orang lain. Orang maybe just give options but it me whom make the decision.
The risks is i have to be careless of what people may say walaupun itu nantinya papaku agak sedikit berat about this which is i already know. But insyaAllah, aku akan tunggu petunjuk dari Allah.
Comments
Post a Comment